Rebung Tabah Organik
SISTEM PERTANIAN ORGANIK DAN TEKNOLOGI PASCAPANEN REBUNG BAMBU TABAH
(Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz)
ABSTRAK
Tujuan jangka pendek dari penelitian ini adalah untuk menyediakan data dan informasi yang tepat bagi masyarakat, mengenai hasil dari pemupukan rumpun bambu tabah sebagai induk dari rebung, dengan menggunakan pupuk organik yaitu biomasa paitan (Tithonia diversifolia), kompos dari kotoran sapi dan pupuk kascing. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah peningkatan produktivitas dan kualitas rebung bambu tabah jenis Gigantochloa nigrociliata (Buese) KURZ sebagai produk pangan bernilai ekonomis tinggi dan penunjang ekonomi pedesaan.
Penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahapan utama yaitu tahap pertama mencari konsentrasi dan jenis pupuk yang tepat digunakan untuk menghasilkan produktivitas rebung yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang baik. Kesuburan lahan yang diamati sebelum dipupuk dan setelah panen rebung adalah kandungan C-organik, N-organik, K2O, P2O5 kapasitas tukar kationnya (KTK) porositas dan daya serap air. Parameter yang diamati pada rebung setelah panen adalah jumlah rebung yang tumbuh untuk setiap rumpunnya, berat rebung, prosentase kulit, isi dan kualitas rebung. Parameter kualitas rebung yang diamati adalah analisis proksimat, warna (calour reader) dan tekstur. Tahapan kedua yaitu melakukan verifikasi kondisi yang diperoleh dari tahapan pertama serta mengaplikasikan kondisi tersebut untuk memproduksi rebung bambu tabah segar dalam kemasan vakum. Hasil yang diperoleh dari aplikasi kondisi kemasan vakum, kemudian disimpan dalam kondisi suhu rendah (2, 4, 6 0C) untuk dibandingkan kemampuannya mempertahankan mutu rebung bambu tabah segar. Apabila kedua tahapan ini terlaksana dengan baik, maka akan diperoleh paket teknologi pengolahan rebung bambu tabah segar dalam kemasan vakum yang berkualitas.
