Potensi Pasar Rebung Tabah

Rebung tabah merupakan salah satu makanan yang kaya akan gizi dan rasa yang nikmat lagi lezat, sehingga rebung tabah menjadi daya tarik oleh penduduk sekitar terutama pulau Bali, karena bambu tabah tumbuh di sekitar pulau Bali. Sehingga dengan meningkatkan pesanan untuk dikonsumsi potensi pasar untuk rebung tabah ini pun harusnya bisa mendongkrak pemasaran di dalam bahkan luar negeri sekalipun.

Jepang membutuhkan rebung setidaknya 30.000 Ton/Th, Taiwan membutuhkan 80.000 Ton/Th, Australia sebesar 12.000 Ton/Th namun dengan presentasi tersebut di Pulau Bali untuk rebung tabah sendiri masih dengan metode impor dari luar negeri, sehingga hal tersebut menjadi sangat disayangkan. Namun, saat ini pelestarian terhadap tanaman jenis bambu ini sudah mulai berjalan di Bali.

Plestarian bambu tabah ini dilakukan oleh salah satu dosen fakultas pertanian teknologi universitas udayanan yaitu dr.ir. pande ketut diah kencana yang sudah meneliti tanaman bambu tabah ini berkembang biak dan cara pengolahan untuk dikonsumsi oleh penduduk sekitar.  CV. Bambu Sejahtera menggandeng kepada petani dan koperasi setempat untuk mengolah bambu tabah dengan baik dan benar agar menjadi salah satu rebung ter enak dan terlezat.

Menjaga sumber pakan terutama dalam hal konsumsi/makanan sangat penting namun jika diambil dari alam sekitar pastinya memiliki banyak keuntungan karena harga yang terjangkau karena tidak mengeluarkan uang yang banyak, bambu tabah tumbuh dengan baik jika dilestarikan dengan baik. Potensi perekonomian yang besar di mulai dari hal yang kecil.

 

Potensi Pasar Rebung Tabah

  1. Jepang membutuhkan rebung sebesar 30.000 Ton/Thn, Taiwan 80.000 Ton/Thn, Australia sebesar 12.000 Ton/Thn. Peluang diambil 1% saja harus disiapkan sekitar 1250 Ha lahan untuk kebun bambu
  2. Bali merupakan tujuan wisata Manca Negara, dengan banyak hotel dan restoran yang tersebar, membutuhkan produk rebung. Tetapi sampai saat ini rebung yang tersedia hampir semuanya berasal dari impor.